Bagi orang Madura, merantau adalah bagian dari DNA budaya. Tradisi abantal omba' asapo' angin (berbantal ombak berselimut angin) membuat mereka terbiasa menghadapi tantangan di tanah orang. Namun, peristiwa Sampit memberikan kejutan yang luar biasa berat.
: Many Madurese were caught off guard by the sudden outbreak of violence. The brutality and speed at which the conflict escalated left communities in shock, with deep psychological trauma for survivors. tanggapan orang madura terhadap perang sampit
"Kami diusir dengan kekerasan. Rumah, toko, dan kebun karet kami tinggalkan. Pemerintah bilang akan memulihkan, tapi sampai sekarang banyak yang belum mendapat kompensasi. Tanggapan kami pahit: kami kehilangan masa depan hanya karena perbedaan budaya," keluh Hasan Ali, seorang mantan perantau asal Bangkalan yang kini tinggal di pengungsian Pasuruan. Bagi orang Madura, merantau adalah bagian dari DNA budaya
Meskipun luka itu dalam, tanggapan jangka panjang masyarakat Madura tidak mengarah pada balas dendam yang berkepanjangan. Banyak tokoh Madura, terutama melalui jalur pesantren dan kiai, menekankan pentingnya islah (perdamaian). : Many Madurese were caught off guard by